Bukan Apa yang Kuinginkan, tapi Apa yang Aku Perlukan.

Print

Bambang seorang Presiden Direktur perusahaan besar yang bergelimang harta. Dengan perasaan bimbang berkeluh kepada guru kehidupannya,

“Aku tidak bahagia, Guru. Kekayaan dan jabatan ini tidak membuatku bahagia. Apa yang harus aku lakukan untuk mencapai kebahagiaan?”

Sang Guru menyarankan untuk mengunjungi panti asuhan. Walau ragu, Bambang pun setuju. Si Presdir hadir pada acara bakti sosial di panti asuhan. Selama acara, Bambang resah karena bahagia belum kunjung. Acara nyanyi bareng dan permainan tidak dapat melegakan hatinya. Sebelum acara selesai, dia bangun dari kursinya hendak keluar untuk pulang. Di depan pintu keluar, langkahnya tiba-tiba terhenti. Seorang anak perempuan kira-kira berumur 5 tahun memeluk kakinya. Sambil berlutut Bambang bertanya,

“Siapa nama kamu, sayang?”

“Miska, Om.”

Dengan merengek Miska bertanya,

“Om.. om. Aku boleh minta satu aja sama Om.”

Bambang siap-siap merogoh saku dompetnya.

“Kamu mau berapa?”

“Nggak Om, Miska gak mau duit.”

“Sepatu baru, mau?”

“Nggak Om. Abah (pengurus panti) sudah kasih.”

“Baju baru?”

“Nggak mau, Om. Aku pernah dapet baju baru dan uang jajan dari Abah, tapi Miska gak mau itu.”

“Lalu mau apa?” tanya Bambang mulai kesal.

“Aku boleh gak, Om..” sejenak dia berhenti karena menahan air matanya.

“Aku boleh panggil Om, Ayah?”

Bambang pun tersentuh hatinya. Matanya berkaca-kaca, lalu menjawab,

“Miska, jangankan panggil Ayah, Om sekarang mau jadi ayah Miska.”

Bambang spontan memeluk Miska dan menggendongnya.

“Sekarang Miska punya ayah. Miska senang, Ayah..”

“Ayah lebih senang lagi, Miska. Ayah menemukan kebahagiaan bersama kamu.”

Dengan girang, Miska menarik tangan ayah barunya ke tengah ruangan dan mengenalkan ke teman-temannya.

Bambang belum pernah merasakan kebahagiaan seperti itu. Bermain bersama Miska, lari-larian seperti anak kecil, menggendongnya sambil tertawa. Bambang berpikir untuk mengajak istri dan anak-anaknya untuk mengunjungi Miska, berbagi kebahagiaan.

“Minggu besok, Ayah akan ajak Ibu dan kakak-kakak main ke sini ya?”

“Miska, boleh minta satu lagi, Om?”

“Apa aja yang kamu minta, pasti ayah kasih.” Bambang mengira, Miska akan mintanya tinggal bersama.

“Miska mau foto Ayah, Ibu sama Kakak-kakak. Nanti Miska taruh di tempat tidur. Jadi nanti kalau ada Abah, Miska mau kasih liat fotonya, terus bilang ini keluarga Miska. Kalau Miska kangen, tinggal liat foto ayah.”

Bambang tertegun mendengar permintaan Miska. Dia disadari oleh seorang anak yang kekurangan. Bukannya meminta harta atau uang, rumah mewah. Miska meminta satu hal yang benar-benar diperlukannya.

 

Bambang sadar, dia hanya mementingkan harta, uang dan tahta. Dia hanya berpusat pada pemuasan diri sendiri atau pemuasan egonya. Untuk bahagia, dia perlu berbagi. Itulah yang dia perlukan.

Seperti Salomo yang ditanya oleh Tuhan, "Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu." (1 Raj 3:5). Bukan harta atau umur panjang, tapi Salomo meminta hal yang diperlukannya, yaitu Hikmat. Menyadari bahwa ia masih muda dan tidak berpengalaman untuk memimpin umatnya yang berjumlah besar. Lebih bernilai dari harta, jodoh dan uang yang hanya memuaskan egonya. Salomo meminta hal yang bisa memuaskan rakyatnya, “Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu” (1 Raj 3:9).

Karena faktor itulah, Salomo menjadi salah satu Nabi yang terkaya. "Dan juga apa yang tidak kauminta Aku berikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorangpun seperti engkau di antara raja-raja. Dan jika engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan tetap mengikuti segala ketetapan dan perintah-Ku, sama seperti ayahmu Daud, maka Aku akan memperpanjang umurmu." (ay 13-14).

Tuhan mampu memberikan apapun kepada kita secara berkelimpahan. Tapi Dia juga menilai apakah kita pantas untuk mendapatkannya. Apakah kita menimbun harta untuk diri sendiri ataukah membuat harta itu berguna bagi orang lain. Mental dan sikap kitalah yang pertama-tama harus dibenahi agar menjadi saluran berkat bagi sesama untuk kemuliaan Tuhan.*

Warta Gereja

Pengumuman Perkawinan

Read More


Petugas Liturgi

Read More


Kegiatan Paroki

Read More


Pengumuman Perkawinan

Read More


Petugas Liturgi

Read More


Kegiatan Paroki

Read More


Pengumuman Perkawinan

Read More


Petugas Liturgi

Read More


Kegiatan Paroki

Read More


Pengumuman Perkawinan

Read More


Petugas Liturgi

Read More


Kegiatan Paroki

Read More


Pengumuman Perkawinan

Read More


Petugas Liturgi

Read More


Kegiatan Paroki

Read More


Pengumuman Perkawinan

Read More


Petugas Liturgi

Read More


Kegiatan Paroki

Read More


Pengumuman Perkawinan

Read More


Petugas Liturgi

Read More


Kegiatan Paroki

Read More


Pengumuman Perkawinan

Read More


Petugas Liturgi

Read More


Kegiatan Paroki

Read More



Kalender Liturgi

Contact Redaksi