“ Jadilah Imam yang Berjiwa Pemimpin, yang Hadir untuk Melayani ”
Setelah melewati masa pendidikan kurang lebih 14 tahun untuk menjadi seorang Imam, kini Diakon Wolfgang Amadeus Mario Sara dan Diakon Albertus Aris Bangkit Sihotang telah resmi menjadi bagian dari Para Imam Diosesan Keuskupan Bogor. Tepatnya pada hari Selasa, 24 Mei 2022 di Paroki Keluarga Kudus, Cibinong. Misa yang di mulai pada pukul 10.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Mgr Paskalis Bruno Syukur yang didampingi oleh RD Nikasius Jatmiko selaku Rektor Seminari Tinggi Petrus-Paulus dan RD Yohanes Suparta selaku Vikjen Keuskupan Bogor. Perayaan Misa ini dihadiri oleh para Imam Keuskupan Bogor dan tamu undangan dari kedua calon Imam yang berbahagia ini.
“Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.” Kata Yesus kepada Yakobus dan Yohanes (Markus 10:43-45).
Mgr Paskalis Bruno Syukur dalam homilinya mengingatkan bahwa menjadi seorang Imam merupakan sebuah karunia dari Tuhan. Oleh karena itu, menjadi Imam membutuhkan kemauan yang besar dan tekad yang kuat. Dalam Bacaan Injil, Tuhan Yesus tidak melarang seseorang untuk menjadi besar dan terkemuka tetapi hendaklah dia menjadi pemimpin yang siap menjadi hamba sehingga selalu sedia melaksanakan kehendak Tuhan. Karena sebagai seorang Imam yang tertahbis dianugerahkan oleh Tuhan untuk memimpin atas umatnya.
Pesan Mgr Paskalis Bruno Syukur kepada kedua Imam baru agar dapat menjalankan tugas sebagai Imam dengan menjadi pemimpin yang siap untuk melayani dan mampu mempersatukan umat serta para Imam dan bukan menjadi pemimpin yang otoriter atau berperilaku layaknya penguasa. Sehingga mencerminkan kepribadian seorang Imam yang bersukacita dalam Tuhan karena diberikan karunia akan berkat hidup bagi orang lain, Imam yang baik hati dan senang melakukan kebaikan karena senantiasa bersyukur dan selalu memiliki rasa damai. “Jadilah Imam yang berjiwa pemimpin, yang hadir untuk melayani seperti yang disampaikan Yesus, Aku datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani.” Ucap Mgr Paskalis Bruno Syukur pada akhir homilinya.
Sebelum menerima berkat meriah, terdapat beberapa sambutan. Dimulai dengan sambutan dari Bapak Beni selaku Ketua Panitia Pentahbisan Imam dari Paroki Keluarga Kudus, Cibinong. Kemudian mendengarkan Sambutan dari Bapak Pius Antonius Ndua sebagai Perwakilan Orang Tua Imam Tertahbis. Dilanjutkan dengan Sambutan dari RD. Albertus Aris Bangkit Sihotang sebagai Perwakilan Imam Tertahbis. Pada kesempatan ini pula, terdapat penyerahan cinderamata dari Dirjen Bimas Katolik kepada kedua Imam Tertahbis yang diwakili oleh Bapak Dr. Aloma Sarumaha, M.A., M.Si. selaku Direktur Urusan Agama Katolik Kementerian Agama Republik Indonesia. Dan yang terakhir yaitu, pembacaan surat penugasan oleh RD Yohanes Suparta selaku Vikaris Jenderal Keuskupan Bogor.
RD. Albertus Aris Bangkit Sihotang bertugas menjadi Wakil Kepala Perwakilan Yayasan Mardi Yuana Sukasari dan menjadi Pastor Vikaris di Paroki St. Fransiskus Asisi, Sukasari. RD. Wolfgang Amadeus Mario Sara bertugas menjadi Pastor Vikaris di Paroki Santo Joseph, Sukabumi.
Perayaan Misa Tahbisan Presbiterat ini diakhiri dengan penerimaan berkat meriah. Sebagai bentuk syukur atas kelancaraan dari rangkaian acara ini terdapat ramah tamah yang berlokasi di halaman Gereja Keluarga Kudus, Cibinong. Proficiat kepada Romo Mario dan Romo Aris, selamat melayani Tuhan di Keuskupan Bogor. Tuhan Yesus Memberkati. (Angela N./KOMSOS)
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.

