L O A D I N G ...
Please Wait

Maraknya isu kerusakan lingkungan  yang semakin parah, terutama masalah sampah yang menyebabkan banyak pencemaran sungai, tanah hingga udara. Oleh karena itu, sejalan dengan usaha untuk mengurangi sampah, WKRI Cabang St. Joannes Baptista Parung mengadakan kegiatan pembuatan sabun eco enzyme. Bagi umat Parung, eco enzyme sudah tidak asing lagi karena sosialisasi yang seringkali dilakukan sejak tahun 2019. 

Mulai dari pengenalan hingga proses pembuatan eco enzyme yang memiliki banyak manfaatnya. Hal ini terus disosialisasikan oleh Bapak Sarwiadi yang dikenal aktif memanfaatkan eco enzyme dalam kehidupan sehari-harinya. Kali ini beliau diundang untuk mendampingi sekitar 60 orang peserta perwakilan setiap lingkungan untuk belajar cara membuat sabun eco enzyme. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga mengundang beberapa warga sekitar gereja (warga Kampung Waru) untuk berpartisipasi dalam workshop. 

Kegiatan ini dibuka dengan sambutan dari Bapak Nugroho selaku Sekretaris Dewan Pastoral Paroki St. Joannes Baptista Parung dan ketua panitia acara yaitu Ibu Agnes sekaligus sebagai Ketua WKRI Cabang Paroki St. Joannes Baptista Parung. Peserta yang didominasi ibu-ibu yang sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Acara ini juga menjadi interaktif karena MC dan pengisi acara yaitu Bapak Sarwiadi  aktif mengajak peserta dengan bernyanyi dan memberi sesi tanya jawab. Setelah penjelasan mengenai eco enzyme, para peserta diajak praktik langsung membuat sabun eco enzyme dengan bahan dan alat yang sudah disiapkan oleh panitia.

Proses pembuatan sabun eco enzyme ternyata cukup mudah dengan bahan serta alat yang dapat ditemukan di rumah. Keseruan proses pembuatan terlihat dari setiap kelompok wilayah yang mendengarkan penjelasan tahap demi tahap oleh Bapak Sarwiadi. Sabun eco enzyme sendiri memiliki banyak manfaat dan tentunya ramah lingkungan karena memanfaatkan sampah menjadi produk bermanfaat yang terjangkau. 

Di akhir kegiatan ini, seluruh peserta bisa membawa pulang 1 botol sabun eco enzyme yang sudah mereka buat untuk di rumah. Semoga kegiatan ini menyadarkan kita untuk mampu menjaga lingkungan dengan mengolah sampah-sampah organik yang bisa menjadi produk bernilai untuk kebutuhan rumah tangga. (Eril/KOMSOS)

Leave a Reply